Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Suara Napas tambahan (Abnormal)

Selain suara napas bronkial dan vesikular yang merupakan suara napas normal, terdapat suara napas lain yang disebut suara napas tambahan (adventitious sounds atau added sounds). 

Suara napas tambahan hanya didapatkan pada keadaan tidak normal. Suara napas tambahan disebut juga suara napas tidak normal (abnormal breath sounds), suara ini disebabkan karena adanya penyempitan jalan napas atau obstruksi. Menurut lamanya bunyi, suara napas tambahan dibedakan menjadi suara yang terdengar kontinu dan suara yang terdengar tidak kontinu.

Suara napas tambahan dapat dibedakan menjadi empat bunyi, yaitu:
 
Stridor, 
yaitu suara yang terdengar kontinu (tidak terputus-putus), bernada tinggi yang terjadi baik pada saat inspirasi maupun pada saat ekspirasi, dapat terdengar tanpa menggunakan stetoskop, bunyinya ditemukan pada lokasi saluran napas atas (laring) atau trakea, disebabkan karena adanya penyempitan pada saluran napas tersebut. Pada orang dewasa, keadaan ini mengarahkan kepada dugaan adanya edema laring, kelumpuhan pita suara, tumor laring, stenosis laring yang biasanya disebabkan oleh tindakan trakeostomi atau dapat juga akibat pipa endotrakeal.

Ronkhi basah
yaitu suara yang terdengar kontinu. Ronkhi adalah suara napas tambahan bernada rendah sehingga bersifat sonor, terdengar tidak mengenakkan (raspy), terjadi pada saluran napas besar seperti trakea bagian bawah dan bronkus utama. Disebabkan karena udara melewati penyempitan, dapat terjadi pada inspirasi maupun ekspirasi.

Suara mengi (wheezing)
yaitu suara yang terdengar kontinu, nadanya lebih tinggi dibandingkan suara napas lainnya, sifatnya musikal, disebabkan karena adanya penyempitan saluran napas kecil (bronkus perifer dan bronkiolus). Karena udara melewati suatu penyempitan, mengi dapat terjadi, baik pada saat inspirasi maupun saat ekspirasi. Penyempitan jalan napas dapat disebabkan oleh sekresi berlebihan, konstriksi otot polos, edema mukosa, tumor, maupun benda asing.

Ronkhi kering (Rules atau crackles) 
yaitu suara yang terdengar diskontinu (terputus-putus), ditimbulkan karena adanya cairan di dalam saluran napas dan kolapsnya saluran udara bagian distal dan alveoli. Ada tiga macam ronkhi kering: halus (fine rales), sedang (medium rules), dan kasar (coarse rules).
 
Bising gesek pleura (Pleural friction rubs)
Bising gesek pleura dihasilkan oleh bunyi gesekan permukaan antara pleura perietalis dan pleura viseralis. I3unyi gesekan terjadi karena kcdua permukaan pleura kasar. Permukaan pleura yang kasar biasanya disebabkan oleh eksudat fibrin. Suara gesekan terdengar keras pada akhir inspirasi walaupun sebenarnya Bising gesek terdengar selama inspirasi maupun ekspirasi. Bising gesek pleura terdengar pada saat bernapas dalam. Gesekan lebih string terdengar pada dinding dada lateral bawah dan anterior. Gesekan yang kuat juga dapat dirasakan pada saat palpasi, dan terasa sebagai vibrasi.

Pada beberapa literatur, mengi (wheezing) disamakan dengan ronkhi, seperti halnya pada buku kedokteran Inggris. Buku kedokteran Amerika, menyebut mengi dengan istilah wheezing. Menurut Tisi, pada ronkhi nadanya lebih rendah dibandingkan dengan nada mengi, ronkhi bersumber di saluran napas yang lebih besar sedangkan mengi bersumber di saluran napas yang lebih kecil. Penerjemahan istilah ronchi, wheezing, rules dan crackles ke dalam hahasa Indonesia belum seragam. Banyak yang menerjemahkan rales atau crackles menjadi ronkhi. Ronkhi kering untuk padanan fine rules sedangkan ronkhi basah sebagai padanan coarse roles. Wheeze atau wheezing diterjemahkan menjadi mengi.

Ronkhi yang terdengar dini saat inspirasi disebabkan oleh obstruksi saluran napas. Ronkhi kering yang terjadi dini saat inspirasi biasanya disebabkan oleh penutupan saluran pernapasan kecil pada saat akhir ekspirasi, suara ini akan hilang setelah menarik napas dalam dalam beberapa kali. Ronkhi kering yang terjadinya terlambat pada saat inspirasi (suaranya seperti ketika mengelentek “velcro”, (hook and loop fastener), biasanya berkaitan dengan penyakit yang menyebabkan defek ventilasi yang sifatnya restriktif seperti fibrosis interstisial difus idiopatik, asbestosis dan sarkoidosis.

Read more »

Senin, 26 Desember 2011

Autisme


id.wikipedia.org  - adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). 

Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
  • interaksi sosial,
  • komunikasi (bahasa dan bicara),
  • perilaku-emosi,
  • pola bermain,
  • gangguan sensorik dan motorik
  • perkembangan terlambat atau tidak normal.

Interaksi Sosial, lebih senang menyendiri dari pada bersama orang lain; menunjukkan minat yang sangat kecil untuk berteman; response terhadap isyarat sosial seperti kontak mata dan senyuman sangat minim.(autis.info)

Komunikasi, Perkembangan bahasa sangat lambat atau bahkan tidak ada sama sekali. Penggunakan kata-kata yang tidak sesuai dengan makna yang dimaksud. Lebih sering berkomunikasi dengan menggunakan gesture dari pada kata-kata; perhatian sangat kurang. (autis.info)

Perilaku. Bisa berperilaku hiper-aktif ataupun hipo-pasif; marah tanpa sebab jelas; perhatian yang sangat besar pada suatu benda; menampakkan agresi pada diri sendiri dan orang lain; mengalami kesulitan dalam perubahan rutinitas. ( autis.info)

Gangguan Sensorik, mempunyai sensitifitas indra (penglihatan, pendengaran, peraba, pencium dan perasa) yang sangat tinggi atau bisa pula sebaliknya. ( autis.info)

Gangguan Bermain, anak autistik umumnya kurang memiliki spontanitas dalam permainan yang bersifat imajinatif; tidak dapat mengimitasi orang lain; dan tidak mempunyai inisiatif. (autis.info)

Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Pervasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:

  1. Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.

  1. Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.

  1. Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).

  1. Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.

  1. Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.

Read more »

Minggu, 13 November 2011

OBAT RELIEVER

Obat reliever bekerja cepat untuk menghilangkan bronkokonstriksi dan gejala akut lain yang menyertai. Yang termasuk dalam golongan ini adalah inhalasi beta2-agonis short acting, kortikosteroid sistemik, antikolinergik inhalasi, teofilin short acting dan beta2-agonis oral short acting. 

Beta2-AgonisInhalasi Short Acting
Seperti beta2-agonis yang lain, obat ini menyebabkan relaksasi otot polos saluran nafas, meningkatkan klirens mukosilier, mengurangi permeabilitas vaskuler dan mengatur pelepasan mediator dari sel mast dan basofil.Merupakan obat pilihan untuk asma eksaserbasi akut dan pencegahan exercise induced asthma. Juga dipakai untuk mengontrol bronkokonstriksi episodik. Pemakaian obat ini untuk pengobatan asma jangka panjang tidak dapat mengontrol gejala asma secara memadai, juga terhadap variabilitas peak flow atau hiperrespon saluran nafas. Hal ini juga dapat menyebabkan perburukan asma dan meningkatkan kebutuhan obat antiinflamasi. 
  
Kortikosteroid Sistemik
Walaupun onset dari obat ini adalah 4-6 jam, obat ini penting untuk mengobati eksaserbasi akut yang berat karena dapat mencegah memburuknya eksaserbasi asma, menurunkan angka masuk UGD atau rumah sakit, mencegah relaps setelah kunjungan ke UGD dan menurunkan morbiditas.Terapi oral lebih dipilih, dan biasanya dilanjutkan 3-10 hari mengikuti pengobatan lain dari eksaserbasi. Diberikan 30 mg prednisolon tiap hari untuk 5-10 hari tergantung derajad eksaserbasi. Bila asma membaik, obat bisa dihentikan atau ditappering. 

Antikolinergik
Obat antikolinergik inhalasi (ipratropium bromida, oxitropium bromida) adalah bronkodilator yang memblokade jalur eferen vagal postganglion. Obat ini menyebabkan bronkodilatasi dengan cara mengurangi tonus vagal intrinsik saluran nafas. Juga memblokade refleks bronkokonstriksi yang disebabkan iritan inhalasi. Obat ini mengurangi reaksi alergi fase dini dan lambat juga reaksi setelah exercise. Dibanding beta2-agonis, kemampuan bronkodilatornya lebih lemah, juga mempunyai onset kerja yang lambat (30-60 menit untuk mencapai efek maksimum). Efek sampingnya adalah menyebabkan mulut kering dan rasa tidak enak. 

Teofilin Short Acting
Aminofilin atau teofilin short acting tidak efektif untuk mengontrol gejala asma persisten karena fluktuasi yang besar didalam konsentrasi teofilin serum. Obat ini dapat diberikan pada pencegahan exercise induced asthma dan menghilangkan gejalanya. Perannya dalam eksaserbasi masih kontroversi. Pada pemberian beta2-agonis yang efektif, obat ini tidak memberi keuntungan dalam bronkodilatasi, tapi berguna untuk meningkatkan respiratory drive atau memperbaiki fungsi otot respirasi dan memperpanjang respon otot polos terhadap beta2- agonis short acting. 

Beta2-AgonisOral Short Acting
Merupakan bronkodilator yang merelaksasi otot polos saluran nafas.
Dapat dipakai pada pasien yang tidak dapat menggunakan obat inhalasi.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Homer A. Bousey,MD, µBronchodilators & Other Drugs Used in Asthma, Basic and Clinical Pharmacology, edited by B.G. Katzung, 7th edition, Appleton & Lange, 1998. 
  2. Richards, Duncan; Aronson, Jeffrey . Oxford Handbook of Practical Drug Therapy, 1st Edition. Oxford University Press.2005 
  3. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. PEDOMAN DIAGNOSIS & PENATALAKSANAAN ASMA BRONKIAL. PDPI 
  4. Baines. J.Peter .´ Asthma ³ dalam Harrison¶s Principle of InternalMedicine.17 th Edition. McGRAW-HILL.2008
  5. HanleyMichael E and Carolyn H. Welsh. Asthma. DalamCurrent Diagnosis & Treatment in Pulmonary Medicine.1st E dit io n.McGR AW- HI LL. 2003 
  6. Koentjahja Syarifudin, SpP. KORTIKOSTEROID PADA ASMA KRONIS.


Read more »

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Definisi
PPOK adalah penyakit paru kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang
bersifat progressif nonreversibel atau reversibel parsial. PPOK terdiri dari bronkitis kronik dan emfisema
atau gabungan keduanya.


Bronkitis kronik
Kelainan saluran napas yang ditandai oleh batuk kronik berdahak minimal 3 bulan dalam setahun,
sekurang-kurangnya dua tahun berturut - turut, tidak disebabkan penyakit lainnya.

Emfisema
Suatu kelainan anatomis paru yang ditandai oleh pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal,
disertai kerusakan dinding alveoli.
Pada prakteknya cukup banyak penderita bronkitis kronik juga memperlihatkan tanda-tanda emfisema,
termasuk penderita asma persisten berat dengan obstruksi jalan napas yang tidak reversibel penuh, dan
memenuhi kriteria PPOK.

Read more »