Tampilkan postingan dengan label Neurobehavior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Neurobehavior. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Oktober 2014

Pemeriksaan Neurologis : Pediatric coma scale


Skor
15                           : cm(compos mentis)
12-14                     : somnolen
8-11                       : sopor
3-7                          : koma

Kriteria tingkat kesadaran
1.   Compos Mentis
Keadaan normal dan sadar penuh

2.   Somnolen
Keadaan mengantuk dan kesadaran akan pulih bila diberi rangsangan, masih mudah untuk dibangunkan, mampu memberikan jawaban verbal, dan mampu melokalisasikan rangsangan nyeri.

3.   Sopor
Kantuk yang dalam. Dapat dibangunkan, namun dengan rangsangan yang kuat. Kesadaran segera menurun begitu rangsangan hilang. Dapat melaksanakan instruksi singkat dan gerakan spontan dapat masih dapat terlihat.

4.    Koma
Tidak ada respons verbal. Tidak dapat dibangunkan, reflex masih baik, dan gerakan timbul  saat terdapat rangsangan nyeri.


Referensi:
Ridwan, Arief, dkk. 2000. Ilmu Kesehatan Anak. Bandung: FK Unpad/RS Hasan Sadikin

Ddeh Sri Ayu. 2009. Asuhan Keperawatan Anak dan Neonatus. Jakarta: Salemba Medika

Read more »

Jumat, 02 Desember 2011

Mengapa Merokok Dapat Menyebabkan Insomnia?

            Secara teori nikotin akan hilang dari otak dalam waktu 30 menit. Tetapi reseptor di otak seorang pecandu seakan menginginkan nikotin lagi, sehingga mengganggu proses tidur. Nikotin digolongkan dalam bentuk zat stimulan yang dapat menstimulus otak, karena stimulan merupakan zat yang memberi efek menyegarkan, sehingga perokok dapat merasa tenang dan santai saat menghirup asap rokok tersebut. Rokok meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung dan meningkatkan aktifitas otak. Pada pecandu akut yang baru mulai kecanduan rokok, selain lebih sulit tidur, seseorang juga dapat terbangun oleh keinginan kuat untuk merokok setelah tidur kira-kira dua jam. Setelah merokok, seseorang akan sulit untuk tidur kembali karena efek stimulan dari nikotin (Prasadja, 2006).

Kebiasaan merokok menjadi Penyebab gangguan sulit tidur selain stres, banyak ditemukan dibelahan dunia yaitu perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat di banyak negara. Merokok menyebabkan masalah tidur, salah satunya karena nikotin dalam rokok yang merupakan stimulan otak (Widya, 2010). Di samping itu, otak yang sudah ketagihan dengan efek nikotin akan menyebabkan gangguan tidur pada malam hari saat mau tidur. Pada penelitian kepada 82 perokok aktif di Universitas Islam Sultan Agung diketahui bahwa rokok dapat menimbulkan gangguan sulit tidur yang bermakna (Riawita, 2009).



Read more »